Selasa, 27 Mei 2008

Radio, teknologi pertama tanpa kabel


Perkembangan radio merupakan revolusi di bidang telekomunikasi, sebelumnya komunikasi dilakukan melalui telepon dan telegraf yang dihubungkan melalui kabel.
Seperti penemuan-penemuan lain, Radio juga ditemukan melalui berbagai eksperimen dari banyak orang

Pada tahun 1800, seseorang Profesor dari Universitas Princeton yang bernama Yoseph henry dan seorang fisikawan inggris yang bernama Michael Faraday bereksperimen dengan elektromagnet, dan menemukan teori induksi. Lalu pada tahun 1864, James Clark Maxwell, seorang fisikawan Inggris yang lain, mencoba mengembangkan teori induksi yang dihubungkan dengan kecepatan cahaya. Bunyi teori maxwell adalah : Karena perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka sebaiknya perubahan medan listrikpun akan dapat menimbulkan medan magnet. Akan tetapi maxwell belum dapat membuktikan hipotesanya selama hidupnya. Orang yang pertama kali menguji hipotesa Maxwell mengenai gelombang elektro magnetic ini adalah Heinrich hertz, seorang fisikawan Jerman. Ia berhasil membuktikan teori Maxwell pada tahun 1880, dengan menggunakan kumparan Ruhmkorf. Pada tahun 1895, Guglielmo marconi, seorang penemu dari Italia, mengkombinasikan teori-teori yang sudah ada (tentang elektromagnetik) dengan idenya sendiri. Ia adalah orang pertama yang mengirimkan sinyal radio melalui udara. Ia menggunakan gelombang elektro magnetic untuk mengirim kode sinyal telegraf dalam jangkauan lebihdari 1,5 Km.

Pada tahun 1901, radio temuan marconi mengirim sinyal kode menyebrangi samudra atlantik dari Inggris ke Newfoundland. Sekitar tahun 1900, para penemu mencoba mengembangkan alat yang dinamakan “vacuum tube” yang digunakan untuk mendeteksi dan memperluas sinyal radio. Lee de forest, seorang penemu dari Amerika mempatenkan lampu Vakum temuannya yang di kenal dengan triode atau audion pada tahun 1907. Penemuan ini dapat menyiarkan dari gelombang yang masuk. Kemudian, karena pecahnya perang dunia satu, perkembangan radio menjadi agak terhambat karena siapapun tidak diizinkan untuk mengusahakan siaran radio sampai tahun 1919. Setahun sebelumnya yaitu pada tahun 1918, Edwin H Amstrong dari Universitas Kolombia mengembangkan alat penerima gelombang radio, yang biasa disebut Super heterodyne circuit. Kemudian pada tahun 1933 ia memperkenalkan sistem frequency modulation untuk menyempurnakan sistem sebelumnya AM (Amplitudo modulation). Kelebihan sistem FM (Frequency Modulation) dibandingkan dengan AM adalah dapat menghilangkan inreferensi atau gangguan oleh gelombang radio lain. Dan menghilangkan gangguan berisik oleh pengaruh cuaca seperti petir dan hujan.
Menghasilkan suara yang lebih jernih.
Namun, sistem FM (Frequency Modulation), juga memiliki Kekurangan dibandingkan dengan AM. Kekurangannya adalah jangkauan yang kurang luas. Maka untuk memperluas jangkauannya transmitter FM harus diletakkan ditempat yang sangat tinggi dan dihubungkan oleh station penghubung.

Pada saat itu kegunaan utama dari radio adalah sebagai alat komunikasi antara kapal satu dengan kapal lain, juga antara kapal dengan daratan. Disini kita bisa melihat betapa besar manfaat dari radio, seperti pada penyelamatan kapal yang tenggelam. kita tahu pada saat tenggelamnya kapal TITANIC pada tahun 1912, komunikasi untuk menyelamatkan penumpang juga dilakukan melalui radio. Penggunaan radio sebagai alat komunikasi semakin berkembang pada tahun 1930 yaitu sebagai komunikasi pada pesawat terbang, polisi dan militer.

Berdasarkan catatan sejarah, Radio juga digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II; Jerman menggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya dipotong oleh Britania. Amerika Serikat menyampaikan Empat belas Pokok Presiden Woodrow Wilson kepada Jerman melalui radio ketika perang.

Namun, zaman terus bergerak kemajuan teknologi telah mewujudkan beberapa media rangkaian yang melakukan proses transmisi data tanpa menggunakan wire atau lebih dikenal “wireless trasnmission”. media tersebut adalah Spektrum Elektromagnetik (Electromagnetic Spectrum), Pemindahan Radio (Radio Transmission), Pemindahan Gelombang Mikro (Microwave Transmission), Pemindahan Gelombang Ringan (Lightwave Transmission) dan Gelombang Infra Merah serta Milimeter (Infrared and Milimeter Waves).

Media Spektrum Elektromagnetik merupakan teknologi media menggunakan teori pergerakan elektron . Gelombang elektrognetik dapat merambat dalam udara bebas, atmosfere bumi dan ruang hampa udara. Dengan memasang sebuah antena yang sesuai pada litar elektrik, gelombang elektromagnetik disebarkan dan dapat diterima pada jarak tertentu. Melalui teknologi terkini, bit-bit data ditransmisikan melalui gelombang elektromagnetik berdasar frekuensi yang digunakan. Semakin kecil lebar frekuensi yang digunakan maka proses pemindahan data dapat dilakukan dengan lebih baik

Pemindahan data melalui gelombang radio sering digunakan. Di samping itu, penyebaran media dalam bangunan akan lebih mudah dilakukan dengan menggunakan gelombang radio. Kelebihan penggunaan gelombang radio terletak kepada kemampuannya melalui jarak yang sangat jauh. Gelombang radio disebar dan diterima tanpa menetapkan lokasi penyebaran atau penerimaan. Dengan itu, penyaluran data dapat dilakukan pada lokasi manapun.

Minggu, 20 April 2008

Fotografi, Dari Sebelum Masehi hingga Saat Ini


Bisa dipastikan semua orang mengenal fotografi yang menggunakan alat berupa kamera. Namun, tak banyak yang mengetahui asal usul fotografi tersebut. Fotografi secara umum baru dikenal sekitar 150 tahun lalu. Ini kalau kita membicarakan fotografi yang menyangkut teknologi. Namun, kalau kita membicarakan masalah gambar dua dimensi yang dihasilkan dari peran cahaya, sejarah fotografi sangatlah panjang. Dari yang bisa dicatat saja, setidaknya "fotografi" sudah tercatat sebelum Masehi.

DALAM buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan bahwa pada abad ke-5 sebelum Masehi, seorang pria bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang, maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi.

Kemudian, pada abad ke-10 Masehi, seorang ahli fisika dan matematika Arab bernama Ibn Al-Haitham menemukan fenomena yang sama pada tenda miliknya yang bolong. Dalam bukunya Books of Optics (1015-1021), Ibn Al- Haitam yg juga dikenal sebagai Al Hazen mencoba membuat formasi bayangan untuk membuktikan bahwa cahaya mengikuti garis lurus. Alhazen menjelaskan cara melihat gerhana matahari menggunakan ruang gelap. Ruangan itu dilengkapi dengan sebuah lubang kecil (pinhole) yang menghadap ke arah matahari.

Kamera ciptaan Alhazen tersebut berupa sebuah ruangan, yang kemudian dikenal dengan sebutan kamera obscura (secara literal artinya “ruang gelap”). Kamera ini ukurannya sangat besar (seukuran kamar) dengan sebuah lubang, disebut pinhole, untuk menerima cahaya dari luar.

Hanya sebatas itu informasi yang masih bisa kita gali seputar sejarah awal fotografi karena keterbatasan catatan sejarah. Bisa dimaklumi, di masa lalu informasi tertulis adalah sesuatu yang amat jarang.

Baru lah pada abad ke- 19, fotografi lalu mulai tercatat resmi bersama kemajuan-kemajuan lain yang dilakukan manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang sedang gencar-gencarnya.

Adalah tahun 1839 yang dicanangkan sebagai tahun awal fotografi. Pada tahun itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen.

Penemu fotografi dengan pelat logam, Louis Jacques Mande Daguerre, sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Tapi, Pemerintah Perancis, dengan dilandasi berbagai pemikiran politik, berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma.

Maka, saat itu manual asli Daguerre lalu menyebar ke seluruh dunia walau diterima dengan setengah hati akibat rumitnya kerja yang harus dilakukan.

Meskipun tahun 1839 secara resmi dicanangkan sebagai tahun awal fotografi, yaitu fotografi resmi diakui sebagai sebuah teknologi temuan yang baru, sebenarnya foto-foto telah tercipta beberapa tahun sebelumnya.

Sebenarnya, temuan Daguerre bukanlah murni temuannya sendiri. Seorang peneliti Perancis lain, Joseph Nicephore Niepce, pada tahun 1826 sudah menghasilkan sebuah foto yang kemudian dikenal sebagai foto pertama dalam sejarah manusia. Foto yang berjudul View from Window at Gras itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.

Niepce membuat foto dengan melapisi pelat logam dengan sebuah senyawa buatannya. Pelat logam itu lalu disinari dalam kamera obscura sampai beberapa jam sampai tercipta imaji.

Metode Niepce ini sulit diterima orang karena lama penyinaran dengan kamera obscura bisa sampai tiga hari.

Pada tahun 1827, Daguerre mendekati Niepce untuk menyempurnakan temuan itu. Dua tahun kemudian, Daguerre dan Niepce resmi bekerja sama mengembangkan temuan yang lalu disebut heliografi. Dalam bahasa Yunani, helios adalah matahari dan graphos adalah menulis.

Karena Niepce meninggal pada tahun 1833, Daguerre kemudian bekerja sendiri sampai enam tahun kemudian hasil kerjanya itu diumumkan ke seluruh dunia.

Seiring berjalannya waktu, fotografi kemudian berkembang dengan sangat cepat. Tidak semata heliografi lagi karena cahaya apa pun kemudian bisa dipakai, tidak semata cahaya matahari.

Penemuan cahaya buatan dalam bentuk lampu kilat pun telah menjadi sebuah aliran tersendiri dalam fotografi. Cahaya yang dinamai sinar-X kemudian membuat fotografi menjadi berguna dalam bidang kedokteran.

Pada tahun 1901, seorang peneliti bernama Conrad Rontgen menemukan pemanfaatan sinar-X untuk pemotretan tembus pandang. Temuannya ini lalu mendapat Hadiah Nobel dan peralatan yang dipakai kemudian dinamai peralatan rontgen.

Cahaya buatan manusia dalam bentuk lampu sorot dan juga lampu kilat (blits) kemudian juga menggiring fotografi ke beberapa ranah lain. Pada tahun 1940, Dr Harold Edgerton yang dibantu Gjon Mili menemukan lampu yang bisa menyala-mati berkali-kali dalam hitungan sepersekian detik.

Lampu yang lalu disebut strobo ini berguna untuk mengamati gerakan yang cepat. Foto atlet loncat indah yang sedang bersalto, misalnya, bisa difoto dengan strobo sehingga menghasilkan rangkaian gambar pada sebuah bingkai gambar saja.

Demikian pula penemuan film inframerah yang membantu berbagai penelitian. Kabut yang tidak tembus oleh cahaya biasa bisa tembus dengan sinar inframerah. Tidaklah heran, fotografi inframerah banyak dipakai untuk pemotretan udara ke daerah-daerah yang banyak tertutup kabut.

Kemajuan teknologi memang memacu fotografi secara sangat cepat. Kalau dulu kamera sebesar mesin jahit hanya bisa menghasilkan gambar yang tidak terlalu tajam, kini kamera digital yang cuma sebesar dompet mampu membuat foto yang sangat tajam dalam ukuran sebesar koran.

Temuan teknologi makin maju sejalan dengan masuknya fotografi ke dunia jurnalistik. Karena belum bisa membawa foto ke dalam proses cetak, surat kabar mula-mula menyalin foto ke dalam gambar tangan. Dan surat kabar pertama yang memuat gambar sebagai berita adalah The Daily Graphic pada 16 April 1877. Gambar berita pertama dalam surat kabar itu adalah sebuah peristiwa kebakaran.

Kemudian, ditemukanlah proses cetak half tone pada tahun 1880 yang memungkinkan foto dibawa ke dalam surat kabar. Foto pertama di surat kabar adalah foto tambang pengeboran minyak Shantytown yang muncul di surat kabar New York Daily Graphic di Amerika Serikat tanggal 4 Maret 1880. Foto itu adalah karya Henry J Newton.

Banyak cabang kemajuan fotografi yang terjadi, tetapi banyak yang mati di tengah jalan. Foto Polaroid yang ditemukan Edwin Land, umpamanya, pasti sudah tidak dilirik orang lagi karena kini foto digital juga sudah nyaris langsung jadi.

Juga temuan seperti format film APSS (tahun 1996) yang memiliki kelebihan lain, berupa lapisan magnetis transparan di bidang film yang tidak beremulsi. Lapisan ini dapat menyimpan data, seperti tanggal pemotretan dan persiapan data tambahan. Walaupun demikian, ternyata sistem APS masih memiliki kekurangan. Film ini menuntut kamera baru dengan teknologi yang lebih canggih. Kamera yang ada di pasaran tidak bisa digunakan untuk sistem ini. Spontan saja teknologi ini langsung mati suri karena teknologi digital langsung masuk menggeser semuanya.

Kini, dengan beralihnya fotografi konvensional ke digital pada awal 2003 lalu, banyak sekali hal yang dimudahkan. Kita tidak disibukkan lagi dengan penyimpanan negatif film/slide yang sangat banyak. Dalam satu rol film isi 36, belum tentu ke-36 frame di sana berguna. Tapi, biasaya frame-frame tidak berguna itu terpaksa tetap disimpan untuk keutuhan film itu sendiri agar rapi dan tidak tercerai-berai. Dalam fotografi digital, kita bisa menyimpan hanya yang diperlukan saja. Saat mencari yang kita butuhkan pun, dengan bantuan fasilitas search, sebuah foto digital sangat mudah ditemukan lagi.

Bagaimana pun, fotografi adalah bagian penting dari kebudayaan manusia. Tak bisa disangkal, kemungkinan teknologi fotografi akan berkembang lebih pesat lagi. (berbagai sumber)

Senin, 04 Februari 2008


Komputer, dari Generasi ke Generasi


Tidak seperti banyak temuan manusia lainnya, tak ada individu tunggal yang berperan dalam penciptaan komputer. Komputer yang kita kenal sekarang ini adalah hasil dari pengembangan berbagai gagasan dari sekian banyak orang yang berkontribusi melalui bidangnya masing-masing.

Kalau dirunut dari sejarahnya, sebelum komputer dan peralatan listrik ada, telah lahir mesin ketik yang ditemukan oleh Henry Mill, ilmuwan berkebangsaan Inggris pada 1714 silam. Satu abad kemudian, setelah ditemukannya listrik, ahli matematika berkebangsaaan Inggris Charles Babbage, memulai ide untuk membuat proposal pertama tentang pengembangan mesin ketik yang dapat diprogram. Mesin ciptaan Babbage ini merupakan yang pertama dari komputer mekanikal.

Sekitar 100 tahun kemudian, Alan Turing, ahli matematika lainnya dari Inggris, mengembangkan teori tentang “mesin universal” yang mampu memecahkan persamaan matematis. Pekerjaan yang dirintis Turing pada 1930-an dan selama Perang Dunia II (1939-1945) itu membuatnya dijuluki sebagai “bapak ilmu komputer”.

Komputer digital berskala besar pertama dalam sejarah adalah ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer). Mesin ini ini dirancang oleh ilmuwan AS, John W Mauchly dan John Presper Eckert, Jr., dari University of Pennsylvania, AS. Keduanya bekerja membantu John von Neumann, salah seorang ilmuwan yang kelak dikenal sebagai pelopor sains komputer modern. Komputer ini diperkenalkan kepada publik untuk pertama kalinya pada bulan Februari 1946 dan terus digunakan hingga Oktober 1955.

Pada mulanya ENIAC dibangun untuk kepentingan militer AS untuk menghitung lintasan dari misil yang ditembakkan. Belakangan mesin itu juga dipakai untuk melakukan perhitungan untuk riset senjata nuklir, prediksi cuaca, dan desain terowongan angin.

Walaupun tercatat mesin berskala besar pertama yang digunakan untuk melakukan kalkulasi dalam lingkungan yang produktif, ENIAC sebenarnya bukanlah komputer elektronik yang pertama. Antara 1939-1942, John Atnasoff, seorang profesor fisika dan matematika dari Iowa State University, bersama mahasiswa pasca-sarjananya Clifford Berry, telah berhasil merakit sebuah sistem komputer yang menggabungkan berbagai inovasi dari desain sirkuit digital. Sistem mereka menggunakan aritamatika biner, berupa sinyal “0” dan “1” yang masih dipakai hingga kini pada komputer modern. Mesin Atnasoff-Berry juga menggunakan memory drum untuk menyimpan data dengan metode yang sama dengan teknik penyimpanan data yang digunakan pada chip memory modern.

Setelah Eckert dan Mauchly mendapatkan paten untuk ENIAC, terjadi pertarungan secara hukum untuk menentukan siapa sebenarnya yang pertama kali menciptakan komputer elektronik modern. Setelah bertahun-tahun berperkara, akhirnya pada 1973, hakim federal mencabut paten untuk ENIAC dan memberikan pengakuan pada Atnasoff dan Berry, lebih dari 30 tahun setelah mereka menciptakan temuannya.

Sementara itu, istilah “komputer” sendiri pertama kali digunakan pada Perang Dunia II untuk menyebut wanita-wanita berkebangsaan AS dan Inggris yang dipekerjakan untuk menghitung trajektori dari senjata artileri yang ditembakkan. Perhitungan itu dilakukan dengan menggunakan sebuah mesin kalkulasi khusus yang dioperasikan secara manual dengan menggunakan tuas. Saat pekerjaan ini diambil alih oleh ENIAC, maka penggunaan istilah “komputer” berpindah dari manusia ke mesin.

Secara garis besar komputer yang diperkenalkan sebelum tahun 1958 dikenal sebagai komputer generasi pertama. Ciri-ciri dari komputer ini adalah : menggunakan tabung hampa, memorinya sangat rendah, perlu pemanasan awal yang tinggi, kemampuan mengolah datanya sangat lambat dan ukurannya sangat besar. Masuk dalam kelompok ini adalah UNIVAC 1 (Universal Automatic Computer), SEAD, G-15, SWAC dan ENIAC. Komputer semacam ENIAC menggunakan 18.000 tabung vakum untuk mengolah data. Pada tahun 1950-an, beberapa komputer yang mempekerjakan ribuan tabung hampa masih diproduksi. Komputer IBM 701 yang dibuat tahun 1953 misalnya, mengandung 4.000 tabung di dalamnya.

Kemudahan muncul dengan ditemukannya transistor, komponen elektronik berukuran kecil yang bekerjanya memanfaatkan aliran muatan (elektron) di dalam zat padat kristalin. Transistor mempunyai sifat lebih ringan, lebih kuat dan tahan lama dibandingkan teknologi tabung. Komponen elektronik ini mulai dikembangkan pada tahun 1948 Oleh Shockley dan kawan-kawan di Bell Telephone Company, AS, dan mulai digunakan di dalam komputer pada akhir tahun 1950-an. Inilah komputer generasi kedua, diperkenalkan antara tahun 1958 sampai dengan tahun 1963. Ciri-cirinya adalah : sudah menggunakan transistor, memorinya relatif kecil atau rendah, kecepatan mengolah datanya lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, kebutuhan untuk pemanasannya tidak terlalu tinggi, serta ukuran fisiknya lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya. Masuk dalam kelompok ini adalah : IBM 1401, IBM 7090 dan ILLIAC-11.

Pada tahun 1960, produk elektronik masih didominasi oleh radio, tape dan televisi yang telah menggunakan transistor. Pada saat itulah Kilby sedang mengembangkan IC. Tidak lama kemudian, IC rancangan Kilby menggusur penggunaan transistor dan menjadi komponen utama dalam komputer. Inilah komputer generasi ketiga yang diperkenalkan antara tahun 1963 sampai dengan tahun 1971. Ciri dari komputer generasi ini adalah : menggunakan Monolitic Integrated Circuit (MIC) dan Large Scale Integration (LSI), mempunyai memori lebih besar, bekerjanya lebih cepat, serta ukuran fisiknya lebih kecil dibandingkan generasi pendahulunya. Masuk dalam generasi ini adalah IBM 390.

Penyempurnaan teknologi IC terus berlanjut. Ide yang semula terlahir dari pemikiran Kilby dalam kurun waktu berikutnya terus mengalami penyempurnaan melalui kerja keras ribuan insinyur terbaik dunia, dan hadirlah teknologi chip seperti yang kita saksikan saat ini. Dampak dari perkembangan tersebut adalah hadirnya komputer-komputer dalam bentuk yang lebih cerdas, bekerja lebih cepat dan handal, mempunyai kapasitas memori yang sangat besar serta keunggulan-keunggulan lainnya, meski bentuk maupun volumenya justru semakin kecil. Inilah komputer generasi keempat yang diperkenalkan antara tahun 1971 sampai dengan sekarang. Di dalam komputer ini telah menggunakan Metal Oxide Semiconductor (MOS). Masuk dalam kelompok ini adalah komputer-komputer produksi BMC, IBM, Apple, Pentium, Celeron, Pentium II, Pentium 111 dan Pentium 4. Bentuknya pun bervariatif, dari Personal Computer (PC) hingga komputer saku yang kini beredar di pasaran.

Setelah meninjau keempat generasi komputer tersebut, mungkin terbayang dipikiran kita tentang bagaimana bentuk komputer pada masa depan. Komputer masa depan mungkin akan berada pada generasi atau tahap kelima yang menggunakan teknologi lebih maju dari generasi komputer terdahulunya.

Sabtu, 19 Januari 2008

Asal Muasal Gunung Anak Krakatau


Di Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatera, terdapat gunung vulkanik (berapi) teraktif didunia, yaitu gunung Anak Krakatau. Gunung ini memiliki ketinggian 813 mdpl (2,667 kaki). Secara geografis, gunung ini terletak di koordinat 6°6′27″LS, 105°25′3″BT. Sedangkan wilayahnya termasuk dalam Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung.

Menurut sejarah, pada mulanya gunung Anak Krakatau bernama pulau Krakatau besar atau biasa kita sebut dengan nama Gunung Krakatau. Gunung yang juga disebut Krakatoa dalam bahasa Inggris ini adalah sebuah gunung (Gunung Krakatau purba) yang memiliki ketinggian sekitar 2000 mdpl dengan lingkaran pantainya sekitar 11 km dan radius sekitar 9 km2.

Namun ledakan dahsyat yang terjadi sekitar 416 M ini telah menghancurkan tiga perempat tubuh gunung tersebut dan menyisakan tiga pulau besar, yaitu Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang, serta sebuah kaldera di tengah ketiga pulau tersebut. sebelum tahun 1883 munculah dua buah gugusan gunung yang bernama Gunung danan dan gunung Perbuatan yang kemudian lama-kelamaan bersatu dengan Pulau rakata dan biasa disebut dengan Gunung Krakatau saja.

Pada tahun 1880, yang disebut masa strombolian, aktivitas vulkanis berlangsung selama beberapa bulan, dan Gunung Perbuatan aktif mengeluarkan lava. Setelah periode itu, tidak ada aktivitas vulkanis hingga akhirnya muncul tanda akan adanya letusan pada bulan Mei 1883.

Lalu pada tanggal 27 Agustus 1883 Gunung Krakatau meletus. Menurut catatan sejarah yang hingga kini selalu dipromosikan jajaran pariwisata Lampung, Gunung Krakatau meletus sangat dahsyat, menggemparkan dunia. semburan lahar dan abunya mencapai ketinggian 80 km. Sementara abunya mengelilingi bumi selama beberapa tahun. dilihat dari Amerika Utara dan Eropa, saat itu cahaya matahari tampak berwarna biru dan bulan tampak jingga (oranye).

Letusan gunung ini menghasilkan debu hebat yang mampu menembus jarak hingga 90 km. Letusan itu pun berdampak terjadinya gelombang laut sampai 40 m vertikal dan telah memakan korban sekitar 36.000 jiwa pada 165 desa baik di Lampung Selatan ataupun di Banten yang merupakan daerah paling ujung bagian barat pulau Jawa. Karena letusannya itulah telah melenyapkan Gunung Danan dan Perbuatan dari muka bumi sehingga menyisakan tiga pulau yaitu Pulau Panjang, Pulau Sertung, dan Pulau Rakata serta sebuah kaldera yang terletak di tengah ketiga pulau tersebut yang berdiameter 7 km.

Menurut catatan ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geoghrapic Simon Winchester, ledakan Gunung Krakatau adalah ledakan yang paling besar, suara paling keras, dan peristiwa vulkanik yang paling meluluh-lantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 peduduk bumi saat itu.

Sementara menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau hampir sama dengan ledakan Gunung Tambora (Nusa Tenggara Timur) pada 1815. ledakan kedua gunung itu mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. Sedangkan buku The Guiness Book of Records mencatat ledakan Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.

Empat puluh tahun kemudian lahir keajaiban baru. Sekitar tahun 1927 para nelayan yang tengah melaut di Selat Sunda tiba-tiba terkejut. Kepulan asap hitam di permukaan laut menyembul seketika di antara tiga pulau yang ada, yaitu di kaldera bekas letusan sebelumnya yang dahsyat itu. Kemudian pada tanggal 29 desember 1929 sebuah dinding kawah muncul ke permukaan laut yang juga sebagai sumber erupsi. Hanya dua tahun setelah misteri kepulan asap di laut itu, kemudian muncullah benda aneh. "Wajah" asli benda aneh itu makin hari makin jelas dan ternyata itulah yang belakangan disebut “Gunung Anak Krakatau”.

Gunung ini memiliki keunikan tersendiri, sebab gunung ini selalu menambahkan ketinggiannya sekitar satu senti tiap harinya. Gunung Anak Krakatau yang semula hanya beberapa meter saja, sekarang sudah mencapai 813 mdpl sejak munculnya pada tahun1927. Gunung ini tercatat telah meletus sekitar 16 kali sejak Desember 1927 sampai Agustus 1930 dan 43 kali sejak 1931-1960 dan 13 kali sejak 1961-tahun 2000. Hingga saat ini pun, gunung Anak Krakatau masih menunjukan aktivitasnya sebagai gunung vulkanik, dengan ditandai seringnya terjadi letusan vulkanik A (dalam), vulkanik B (dangkal), dan tremor (gempa).

Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No 85/Kpts-II/1990 tanggal 26 Februari 1990, Kepulauan Krakatau ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut Kepulauan Krakatau dengan luas 13.735,1 hektare (ha), yakni 11.200 ha wilayah laut dan 2.535,1 ha wilayah darat, yang dikelola BKSDA II Tanjungkarang.

Sebelumnya, sejak tahun 1919, Pulau Sertung, Rakata, dan Panjang juga sudah ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda No. 83 Stbl 392 tanggal 11 Juli 1919 Jo No 7 Stbl 392 tanggal 5 Januari 1925.

Iklim di kawasan ini terdiri dari musim kemarau pada April sampai Agustus dan musim penghujan dari bulan September hingga Maret dengan curah hujan rata-rata 850 mm per tahun. Waktu yang baik untuk berkunjung ke kawasan ini adalah dari bulan Maret hingga Juni.

Melihat unik dan eksotiknya kawasan cagar alam ini sangat potensial dikembangkan untuk objek wisata dengan minat khusus mengingat kawasan ini merupakan laboratorium alami untuk mempelajari pengetahuan alam, geologi, vulkanologi, dan biologi. Di sini pengunjung bisa meneliti berbagai gejala alam, seperti bagaimana terbentuknya pulau, gunung, hutan dan lain sebagainya.

Di Gunung Anak Krakatau, dari pinggang hingga puncaknya terdiri dari pasir dan batu-batuan kerikil bewarna abu-abu hingga hitam. Medannya tandus dan hanya pada pinggiran pantainya yang mulai ditumbuhi cemara (Casuarina equisetifolia), waru (Hibicus tiliaceus), ketapang (Terminalia catapa), kangkung laut (Ipones peseapral) dan alang-alang (Imperata) pada bagian agak ke atas.

Sementara itu, di Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Panjang banyak tumbuh jenis kayu kilangir (Chriscocheton mierecorpus), ketapang (Terminalia catapra), mara (Macaranga fanarius), cemara (Casuarina aquisetifolia), melinjo (Gnetum gnemon), dadap (Ficus ampelas), bisoro (Ficus hispida), dan cangkudu (Morindo catrifalia).

Selain flora, fauna juga banyak mendiami cagar alam ini. Di sini Banyak ditemukan biawak (Varanus sp), burung troco (Plegadis facinellus), tikus (Rattus rattus), burung raja udang (Halcyon funebris), burung kacer (Copsychus sp), burung podang (Oriolus chinearis), wili-wili (Esacus magnirostris), burung troco, kalong (Peteropus pampires), elang (Folconidae), sesap madu (Heliphagidae), ular sanca (Phyton sp), ular dahan (Phyton sp), penyu sisik (Eretmochelys imbricata) dan penyu hujan. Khusus di Gunung Anak Krakatau jenis fauna yang mampu hidup di sini relatif sedikit. Cuma terdapat biawak, tikus, dan ular dahan.

Kekayaan biota laut berupa lebih kurang 54 spesies, di antaranya tujuh jenis ikan kepe-kepe yang merupakan indikator keutuhan karang di perairan setempat. Sedangkan jenis yang dominan adalah famili Chaetodontidae. Dari hasil pengamatan yang dilakukan BKSDA, diketahui bahwa Pulau Rakata memiliki penyebaran jenis ikan hias yang lebih banyak dibandingkan tiga pulau lainnya.

Apalagi biota laut sekitar Gunung Anak Krakatau sangat miskin ikan hias. Hal ini disebabkan suhu perairan sekitar pulau ini terlalu tinggi dan di luar batas toleransi hidup binatang karang. Keadaan ini dipengaruhi oleh aktivitas magma dari gunung aktif tersebut. (Diolah dari berbagai sumber)